"Hadits Tentang Kezuhudan"



Untuk pos hari ini, saya memposting mengenai "Hadits Tentang Kezuhudan"
Jika anda ingin mengshare ulang, saya mohon ikut sertakan kutipan dari blog saya, makasih ^_^
Jika anda ingin File MAKALAH yang sudah jadi, Silahkan DOWNLOAD filenya DISINI !!! :D



Zuhud secara etimologi artinya berpaling darinya, juga dapat diartikan meninggalkan dan tidak menyukai, meninggalkan keduniawian. Secara terminologi zuhud kosongnya hati dari hal-hal keduniaan tanpa harus hidup miskin. Juga diartikan berpalingnya hati dari kesenangan duniawi dan tidak menginginkannya. Imam Al- Gazali mengatakan bahwa esensi zuhud adalah menjauhkan diri dari kehidupan dunia dan memalingkan diri darinya, penuh kepatuhan semaksimal mungkin. Banyak ulama yang berbeda pendapat tentang zuhud , sementara orang ada yang berpendapat bahwa zuhud berkaitan dengan perkara haram saja, sebab perkara yang halal diterima oleh Allah swt. Karena zuhud itu dimaksudkan mengekang hawa nafsu dari hal-hal keduniaan, oleh karena sebagian ulama mengatakan bahwa zuhud adalah kosongnya hati dari hal-hal keduniaan tanpa harus hidup miskin. Imam Malik mengatakan sebagaimana yang dikutip oleh Imam Abu ’Abdillah al Qurtubi bahwa zuhud adalah ketaqwaan.

Dengan demikian, maka zuhud adalah pengosongan hati dari hal-hal yang bersifat keduniaan dan keinginan untuk memilikinya. Sambil mengisinya dengan kecintaannya kepada Allah swt dan ketersingkapan pengetahuan tentangya. Oleh karena itu para sufi mengatakan seberapa besar seseorang meninggalkan hal-hal keduniaan sebesar itu pula Allah menambahkan kecintaanNya kepadanya. Bahkan lebih jauh ulama sufi mengatakan bahwa kezuhudan adalah kedudukan mulia yang merupakan dasar bagi keadaan yang diridhai, serta martabat yang tinggi karena hal inilah yang merupakan langkah pertama bagi orang-orang yang ingin menuju kepada Allah swt. Bahkan dalam kitab Al Luma sebagaimana yang dikutip oleh Abdul Halim dikatakan bahwa barang siapa yang belum menyempurnakan dasar kezuhudan, maka takkan sah baginya yang lain. Karena cinta kepada dunia adalah pangkal segala dosa, sedang zuhud kepada dunia adalah pangkal segala kebaikan dan ketaatan, inilah beberapa pernyataan yang ekstrim dari para sufi.MenurutAbu Sulaiman pengertian juhud ialah “Zuhud adalah meninggalkan berbagai hal yang dapat melalaikan dari mengingat Allah.”

Berdasarkan  pandangan yang ekstrim sebagaimana dikemukakan di atas, maka kemudian muncullah reaksi sebagian ulama –khususnya ulama syari’ah- dengan serta merta mengatakan bahwa zuhud bukan ajaran Islam dan dianggapnya sebagai bid’ah yang diselundupkan ke dalam agama Islam yang diambil dari para pendeta Nasrani ataupun ibadah-ibadah non –Islam. Meskipun kemudian dibantah oleh sebagian ulama bahwa itu adalah pandangan  yang tergesa-gesa dengan tanpa mempunyai pengetahuan tentang hakekat Islam secara mendalam. Karena jika saja mereka mau menilik beberapa Hadis Nabi, niscaya akan menemukan ajakan untuk hidup dengan zuhud dalam arti yang luas. Dan sikap zuhud itu adalah prilaku yang terpuji dan Islami sebagaimana hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal dari ’Abdullah ibn ’Umar:


 وَ عَنِ ا بْنِ عُمَرَ رَ ضِى اللهُ عَنْهُمَا قَا لَ : اَ خَدَ رَ سُوْ لُ اللهِ صَلَى اللهُ علَيْهِ وَ سَلَّمَ بِمْنَكِبَتِيْ فَقَا لَ: كُنْ فِيْ الدُّ نْيَا كَاَ نَّكَ غَرِ يْبٌ اَوْ عَا بِرُ سَبِيْلٍ، وَكَا نَ ابْنُ عُمَرَ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُمَا،يَقُوْ لُ: اِذَااَ مْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الَصَّبَا حَ، وَاِذَااَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَا ءَ، وَخُدْ مِنْ صِحَتِكَ لِمَرْ ضِكَ،وَمِنْ حَيَا لِمَوْ تِكَ ( روه البخا ري)

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata : Rasululloh saw memegang kedua bahuku, seraya bersabda : ” kamu berada di dunia ini, bagaikan orang asing atau orang yang merantau.” Ibnu Umar ra. Berkata : ”Apabila kamu berada pada waktu sore, maka jangan menunggu waktu pagi, dan apabila kamu berada pada waktu pagi, maka jangan menunggu waktu waktu sore. Gunakanlah waktu sehatmu untuk menghadapi waktu sakitmu, dan gunakanlah waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR. Bukhori )

Hadis ini mengisyaratkan sikap optimisme dalam sikap zuhud (keterasingan dari hal-hal keduniaan). Makna inilah yang manjadikan hadis ini menarik untuk diteliti dan didiskusikan dan karenanya, hadis ini pulalah yang akan dijadikan dasar dalam pembahasan tentang zuhud pada makalah ini.

وَعَنِ ابْنِ العَبَّا سِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّا عِدِ يْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَا لَ : جَاءَرَ جَلٌ اِلَى الَنَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَا لَ : يَا رَسُوْ لَ اللهُ دُلَّنِيْ عَلَى عَمَلٍ اِذَا عَمِلْتُهُ اَحَبَتَنِيْ اللهُ وَاَحَبَتَنِيْ النَّا سُ ؟ فَقَا لَ : اَزَهَدْ فِيْ الدُّ نْيَا يُحِبُّكَ اللهُ وَاَ زْ هَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُكَ النَّا سِ 

Dari Abul ‘Abbas, Sahl bin Sa'ad As-Sa'idiy ra., ia berkata : Ada seseorang mendatangi Nabi saw, dan bertanya : “Wahai Rasululloh, tunjukanlah kepada saya suatu amalan, apabila saya mengerjakannya, maka saya akan dicintai Alloh dan dicintai manusia ?” Beliau bersabda : “Janganlah kamu rakus terhadap dunia, niscaya Alloh akan mencintaimu dan janganlah kamu rakus terhadap hak orang lain, niscaya orang-orang akan mencintaimu.”

Sekian dulu yang bisa saya bagikan kali ini, tunggu artikel selanjutnya yah, semoga bermanfaat !

Jika anda ingin File MAKALAH yang sudah jadi, Silahkan download DISINI !!! :D